Penelitian ini berjudul “Pemetaan Perbedaan Isolek
di Kabupaten Indramayu”. Adapun yang
melatarbelakangi penelitian ini adalah ditemukannya seperangkat ujaran yang
berbeda-beda di Kabupaten
Indramayu karena di sana ditemukan tuturan bahasa Sunda,
bahasa Jawa, bahkan ada tuturan lain
yang tidak termasuk bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Dengan demikian perlu
dilakukan penelusuran status tuturan tersebut.Berdasarkan latar belakang
tersebut, maka dirumuskan masalah (1)bagaimanakah deskripsi perbedaan
bahasa yang terjadi di Kabupaten Indramayu berdasarkan perbandingan kata kerabat dan korespondensi bunyi? (2) bagaimanakah pemetaan isolek di Kabupaten Indramayu? Dan bagaimanakah status dan silsilah kekerabatan isolek yang ada di Kabupaten Indramayu berdasarkan penghitungan
dialektometri?
Tujuan penelitian ini adalah memperoleh
gambaran tentang deskripsi perbedaan isolek di Kabupaten Indramayu berdasarkan perbandingan kata kerabat dan korespondensi bunyi, memetakan isolek di Kabupaten Indramayu, dan menentukan status isolek-isolek yang ada di Kabupaten Indramayu berdasarkan
penghitungan dialektometri.
Metode penelitian ini menggunakan metode
pupuan lapangan dengan menetapan 200 kosakata Swadesh, yang selanjutnya disusun
daftar tanyaan untuk diaplikasikan melalui teknik simak, libat, cakap. Analisis
data dilakukan melalui penganalisisan ke dalam lima tahap pengerjaan, di
antaranya adalah: proses transkripsi, klasifikasi, identifikasi, pemetaan, dan
penghitungan dialektrometri.
Adapun hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut.
1) perbandingan kata
kerabat dan korespondensi bunyi dari 200 daftar tanyaan yang didasarkan pada
daftar kosakata swadesh hasil modifikasi peneliti, dapat disimpulkan bahwa di
daerah titik pengamatan Kecamatan Haurgeulis, Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan
Sindang, Kecamatan Juntinyuat, Kecamatan Bangodua, dan Kecamatan Lelea
ditemukan 153 kosakata yang menunjukkan adanya perbedaan (95 menunjukkan perbedaan fonologis, 33 menunjukkan
perbedaan morfologis, dan 25 menunjukkan perbedaan leksikal). Selain itu, masih
di daerah titik pengamatan yang sama ditemukan kosakata yang menunjukkan adanya persamaan di setiap titik pengamatan
dengan jumlah 47 kosakata.
2) Berdasarkan hasil
pemetaannya, ditemukan penggunaan kosakata bahasa Sunda di Kecamatan Lelea
selain penggunaan kosakata bahasa Jawa.
Sekaitan dengan silsilah kekerabatan dialek-dialek
yang ada di Kab. Indramayu diperoleh hasil penghitungan dialektometri yang
menunjukkan adanya perbedaan dialek. Hal ini didasarkan pada hasil perolehan
penghitungan yang menunjukkan 76,5%. Sesuai dengan standar kualifikasi, hasil
tersebut menunjukkan perbedaan dialek.