headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

KONSTRUKSI IDENTITAS DAYAK KANAYATN (Kajian atas Dasar Struktur dan Makna Cerita Rakyat Dayak Kanayatn di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat) Totok Priyadi

Kode :
Jenis Penelitian : Hibah Disertasi Doktor
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2010
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : LEMBAGA PENELITIAN
Peneliti -
Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali identitas Dayak Kanayatn
berdasarkan cerita rakyat kemudian bagaimana identitas tersebut dikonstruksi
setelah otonomi daerah diberlakukan. Rancangan penelitian deskriptif kualitatif
sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif.  Data berupa 90 cerita rakyat Dayak Kanayatn,
hasil wawancara, hasil observasi, dan hasil angket.
Teknik mengambil data dengan teknik
dokumenter, wawancara, dan angket. Teknik pemeriksaan keabsahan data (a)
perpanjangan keikutsertaan, (b) 
ketekunan pengamatan, (c) trianggulasi, dan (d) kecukupan referensial.
Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis isi. Adapun hasilnya  sebagai berikut. Pertama identitas Dayak
Kanayatn berdasarkan cerita. Dari segi kepercayaan,  masyarakat Dayak Kanayatn adalah masyarakat
yang religius, rajin berdoa (bernyangahatn),
percaya bahwa hidup, mati, rejeki, dan jodoh adalah kehendak Jubata (Tuhan),  menjunjung tinggi dilaksanakannya
adat-istiadat, dan percaya pada hal-hal yang bersifat gaib.  Dari segi kepribadian, masyarakat Dayak
Kanayatn adalah masyarakat yang emosional, pemberani, bersemangat, rendah hati,
dan mudah iba kepada orang lain. Dari segi kemasyarakatan, masyarakat Dayak
Kanayatn adalah masyarakat yang suka bekerja sama, suka bergotong royong , suka
menolong, suka memberi hadiah, dan sangat menghormati tamu dan orang luar. Dari
segi kealaman (kaitannya dengan alam) masyarakat Dayak Kanayatn adalah
masyarakat yang sangat dekat dengan alam, merawat dan menghargai alam semesta.
Kedua, semenjak
otonomi daerah, identitas Dayak Kanayatn mengalami penguatan. Dalam bidang sosial,
masyarakat Dayak Kanayatn memiliki organisasi sosial yakni pengurus adat
seperti Tumenggong, Pasirah, Pangaraga,
Pamane
. Dalam bidang budaya termanifestasi dalam bentuk upacara Naik Dango
dan Notokng. Dalam bidang ekonomi, masyarakat Dayak Kanayatn mengenal sistem pangari atau sistem kerja sama. Selain
Pangari juga munculnya credit union di berbagai wilayah di kabupaten Landak.
Dalam bidang politik ditandai dengan menjabatnya putra daerah pada semua
sektor. Ketiga, agama dan budaya memberi warna bagi identitas Dayak Kanayatn.
Adapun bentuk hubungan tersebut  antara
lain inkulturasi dan akulturasi. Ketegangan atau masalah yang muncul yaitu
sinkretisme (semua agama sama) dan tidak dikenalnya fanatisme agama. Keempat,
akibat yang muncul adalah menguatnya kesadaran etnis etno politik, eksistensi
ormas Dayak, desentralisasi kekuasaan.


 



Kata Kunci: konstruksi, identitas, Dayak Kanayatn



 

KONSTRUKSI IDENTITAS DAYAK
KANAYATN



(Kajian atas Dasar Struktur dan
Makna Cerita Rakyat Dayak Kanayatn di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan
Barat)



 



Totok Priyadi



 



 



ABSTRAK



 



Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali identitas Dayak Kanayatn
berdasarkan cerita rakyat kemudian bagaimana identitas tersebut dikonstruksi
setelah otonomi daerah diberlakukan. Rancangan penelitian deskriptif kualitatif
sedangkan metode yang digunakan adalah metode kualitatif.  Data berupa 90 cerita rakyat Dayak Kanayatn,
hasil wawancara, hasil observasi, dan hasil angket.
Teknik mengambil data dengan teknik
dokumenter, wawancara, dan angket. Teknik pemeriksaan keabsahan data (a)
perpanjangan keikutsertaan, (b) 
ketekunan pengamatan, (c) trianggulasi, dan (d) kecukupan referensial.
Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis isi. Adapun hasilnya  sebagai berikut. Pertama identitas Dayak
Kanayatn berdasarkan cerita. Dari segi kepercayaan,  masyarakat Dayak Kanayatn adalah masyarakat
yang religius, rajin berdoa (bernyangahatn),
percaya bahwa hidup, mati, rejeki, dan jodoh adalah kehendak Jubata (Tuhan),  menjunjung tinggi dilaksanakannya
adat-istiadat, dan percaya pada hal-hal yang bersifat gaib.  Dari segi kepribadian, masyarakat Dayak
Kanayatn adalah masyarakat yang emosional, pemberani, bersemangat, rendah hati,
dan mudah iba kepada orang lain. Dari segi kemasyarakatan, masyarakat Dayak
Kanayatn adalah masyarakat yang suka bekerja sama, suka bergotong royong , suka
menolong, suka memberi hadiah, dan sangat menghormati tamu dan orang luar. Dari
segi kealaman (kaitannya dengan alam) masyarakat Dayak Kanayatn adalah
masyarakat yang sangat dekat dengan alam, merawat dan menghargai alam semesta.
Kedua, semenjak
otonomi daerah, identitas Dayak Kanayatn mengalami penguatan. Dalam bidang sosial,
masyarakat Dayak Kanayatn memiliki organisasi sosial yakni pengurus adat
seperti Tumenggong, Pasirah, Pangaraga,
Pamane
. Dalam bidang budaya termanifestasi dalam bentuk upacara Naik Dango
dan Notokng. Dalam bidang ekonomi, masyarakat Dayak Kanayatn mengenal sistem pangari atau sistem kerja sama. Selain
Pangari juga munculnya credit union di berbagai wilayah di kabupaten Landak.
Dalam bidang politik ditandai dengan menjabatnya putra daerah pada semua
sektor. Ketiga, agama dan budaya memberi warna bagi identitas Dayak Kanayatn.
Adapun bentuk hubungan tersebut  antara
lain inkulturasi dan akulturasi. Ketegangan atau masalah yang muncul yaitu
sinkretisme (semua agama sama) dan tidak dikenalnya fanatisme agama. Keempat,
akibat yang muncul adalah menguatnya kesadaran etnis etno politik, eksistensi
ormas Dayak, desentralisasi kekuasaan.



 



Kata Kunci: konstruksi, identitas, Dayak Kanayatn



Kata kunci :
Download File KONSTRUKSI-IDENTITAS-DAYAK-KANAYATN (Kajian-atas-Dasar-Struktur-dan-Makna-Cerita-Rakyat-Dayak-Kanayatn-di-Kabupaten-Landak-Provinsi-Kalimantan-Barat) Totok-Priyadi-.doc