Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia
MEMBANGUN KECERDASAN BERDEMOKRASI WARGANEGARA MELALUI PERWUJUDAN KELAS SEBAGAI LABORATORIUM DEMOKRASI by : Dadang Sundawa |
|
| Kode | : |
|---|---|
| Jenis Penelitian | : Hibah Disertasi Doktor |
| Metode Penelitian | : SURVEY |
| Tahun Penelitian | : 2010 |
| Sumber Dana | : UPI |
| Fakultas | : LEMBAGA PENELITIAN |
| Peneliti |
- |
| Abstrak | dalam menyongsong tumbuhnya iklim demokrasi tidak terlepas dari tidak tepatnya penanaman nilai-nilai demokrasi dalam dunia pendidikan. Kelas bukan lagi menggambarkan masyarakat mini yang mencerminkan realitas sosial dan budaya, melainkan telah menjadi ruang indoktrinasi yang membunuh kebebasan dan kreativitas siswa didik. Guru dalam melaksanakan peran dan fungsinya tidak lagi berdasarkan pada prinsip kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan sebagai pilar-pilar demokrasi tetapi lebih cenderung memerankan diri sebagai tokoh sentral yang dalam melaksanakan proses pembelajaran menjadi aktor tunggal yang menentukan segala-galanya di kelas, dengan kata lain guru belum mampu mewujudkan kelas sebagai laboratorium demokrasi. berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan demokrasi siswa. Hal tersebut semakin memperkuat bahwa guru merupakan salah satu pilar untuk membangun karakter berdemokrasi bagi siswa di sekolah dan peran guru sebagai juru taman. Selain itu perwujudan kelas sebagai laboratorium demokrasi berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan demokrasi siswa. Keberadaan laboratorium demokrasi merupakan suatu miniatur demokrasi yang ideal sebagai wahana pengembangan nalar kritis siswa terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia agar tidak mengalami berbagai penyimpangan ke arah demokrasi yang anarkis. tumbuhnya semangat persaudaraan antara siswa dan guru harus menjadi “roh” pembelajaran di kelas pada mata pelajaran PKn. Interaksi guru dan siswa bukanlah sebagai subjek-objek, melainkan sebagai subjek-subjek yang sama-sama belajar membangun karakter, jatidiri, dan kepribadian. Profil guru yang demokratis tidak bisa terwujud dengan sendirinya, tetapi membutuhkan proses pembelajaran. Kelas merupakan forum yang strategis bagi guru dan murid untuk sama-sama belajar menegakkan pilar-pilar demokrasi. Selain itu untuk meng-action-kan PKn dalam kehidupan sehari-hari guru dapat melakukan program pembiasaan, seperti membuat program bulan kejujuran, bulan tanggungjawab, bulan disiplin, bulan kreativitas, bulan demokrasi dsb. Dengan demikian siswa sebagai warganegara akan dibiasakan dengan nilai-nilai demokrasi yang kelak akan diterapkan dalam kehidupan di masyarakat, bangsa dan Negara. dalam pengembangan kecerdasan demokrasi guru harus memperkuat dalam pengembangan materi, metode, media, sumber, dan alat evaluasi yang terukur bagi siswa. Begitu juga pengembangan kelas sebagai laboratorium demokrasi harus sering melakukan kegiatan simulasi berbagai proses demokratisasi baik di lingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat.
|
| Kata kunci | : |
| Download File | MEMBANGUN-KECERDASAN-BERDEMOKRASI-WARGANEGARA--MELALUI-PERWUJUDAN-KELAS-SEBAGAI-LABORATORIUM-DEMOKRASI ------------by-:-Dadang-Sundawa.doc |