headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

ANALISIS LINGKUNGAN (SOSEK, FISIK, SPASIAL) INDUSTRI GENTENG UNTUK PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERTANIAN YANG BERKELANJUTAN

Kode :
Jenis Penelitian : Hibah Bersaing
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2010
Sumber Dana : UPI
Fakultas : LEMBAGA PENELITIAN
Peneliti -
Budi Kudwadi, R. Marina Masri, I.M. Purwaamijaya
Abstrak Gagasan mengamankan lapisan atas tanah sawah untuk program perbaikan lingkungan, peningkatan produksi pertanian dan pengembangan wilayah dalam penelitian ini, dilakukan melalui : analisis tanah dan analisis spasial. Analisis tanah dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tanah pada lokasi yang belum digali dengan lokasi yang sudah digali untuk bahan baku pembuatan genteng. Analisis spasial dilakukan untuk mengetahui lokasi-lokasi lahan yang tanahnya cocok untuk bahan baku pembuatan genteng tetapi berada di daerah non-pengairan. Hasil analisis tanah dari lokasi yang belum dan sudah digali menunjukkan adanya penurunan kandungan C, N dan P2O5. Unsur C dari rendah (1,03 %) menjadi sangat rendah (0,73 %), unsur N dari rendah (0,13 %) menjadi sangat rendah (0,09 %), unsur K dari sedang (0,23) menjadi rendah (0,13) serta kandungan P2O5 dari sedang (28,5 ppm) menjadi rendah (18,8 ppm). Kedalaman efektif tanah setelah penggalian menjadi sangat dangkal (<25 cm) dibandingkan sebelum penggalian (>100 cm). Kedalaman efektif, sebelum penggalian memiliki kelas sangat sesuai (S1) untuk tanaman padi sawah, sedangkan setelah penggalian menjadi sesuai marginal (S3). Degradasi lahan diikuti dengan adanya fenomena penurunan produktivitas padi sawah di Jatiwangi dari 50,50 kuintal per ha menjadi 42,24 kuintal per ha. Hasil analisis spasial dari tumpang tindih tema administrasi, jenis tanah, tekstur tanah, kawasan budidaya non-budidaya, daerah pengairan dan penggunaan lahan memberikan hasil yaitu potensi luas deposit bahan baku genteng 2.914,506 ha di daerah non-pengairan, 5.153,185 ha di daerah irigasi teknis, 6.335,882 ha di daerah irigasi semi-teknis, dan 2.048,602 ha di daerah irigasi sederhana. Total potensi luas deposit bahan baku genteng seluruhnya adalah 16.431,056 ha. Pemerintah harus mengambil inisiatif segera mengamankan lapisan atas tanah sawah yang dipergunakan untuk industri genteng di Majalengka, yaitu antara lain dengan cara : (a) pembatasan kedalaman penggalian tanah liat pada lahan sawah, (b) interval waktu penggalian yang lebih lama, (c) pemanfaatan tanah di daerah non-irigasi dan (d) pembatasan pembangunan pabrik industri genteng yang baru.
Kata kunci : Analisis, lingkungan, fisik, spatial, industri genteng, pembangunan, perumahan, pertanian, berkelanjutan
Download File ANALISIS-LINGKUNGAN-(SOSEK,-FISIK,-SPASIAL)-INDUSTRI-GENTENG-UNTUK-PEMBANGUNAN-PERUMAHAN-DAN-PERTANIAN-YANG-BERKELANJUTAN.doc