Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia
IMPLEMENTASI MODEL PERKEMBANGAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN INTERAKSI DAN KOMUNIAKSI ANAK AUSTISTIC SPECTRUM DISORDER (ASD) |
|
| Kode | : |
|---|---|
| Jenis Penelitian | : Hibah Bersaing |
| Metode Penelitian | : SURVEY |
| Tahun Penelitian | : 2010 |
| Sumber Dana | : UPI |
| Fakultas | : LEMBAGA PENELITIAN |
| Peneliti |
- Oom S Homdijah; Zaenal Alimin; M. Sugiarmin |
| Abstrak | Penelitian tahap pertama menghasilkan dua hal penting 1) tahapan perkembangan interaksi dan komunikasi anak autistic spectrum disorders (ASD), yaitu: Level 1: Anak masih belum bisa melakukan interaksi dengan lingkungan, belum dapat merespon stimulus yang diberikan dan anak seolah-olah memiliki agenda sendiri. Level 2: Mulai ada inisiatif untuk berinterasi dengan lingkungan tetapi masih bersifat non-verbal. Pada level ini anak mengekspresikan maksud atau keinginannya dengan cara menarik tangan gurunya atau ibunya untuk mengambilkan sesuatu. Anak mulai tertarik oleh situasi lingkungan. Level 3: Pada tahap ini anak sudah lebih banyak memberikan respon terhadap stimulus yang ada di sekitarnya, fokus perhatian pada saat interaksi sudah lebih lama. Secara bertahap anak sudah dapat menunjuk benda atau objek dan sudah mulai menggunakan bahasa secara lisan. Level 4: Anak mulai menggunakan bahasa dan mampu melakukan interaksi dan komunikasi dua arah yang bersifat sederhana. Anak ASD mulai menunjukkan kepercayaan dan kemampuan diri untuk berkomunikasi dalam lingkungan yang sudah dikenalnya. 2) Rumusan model intervensi untuk meningkatkan interaksi dan komunikasi anak autistic spectrum disorders (ASD). Hasil penelitian pada tahap dua menunjukakan bahwa pertama, model ini dapat meningkatkan ketrampilan anak ASD dalam interaksi dan komuniksi. Peningkatan keterampilan dapat diketahui dengan membandingkan antara baseline dengan fase intervensi. Kedua, model ini secara empirik dapat digunakan oleh guru dengan mudah. Pada tahap ketiga penelitian dilakukan untuk melihat apakah model ini dapat digunakan pada anak ASD yang memiliki karakteristik yang sama dengan subjek penelitian sebelumnya dan dengan jumlah subjek lebih banyak dari subjek penelitian sebelumnya. Untuk menjawab pertanyaan penelitian itu peneliti menggunakan metode eksperimen single subject research (SSR) dengan disain A-B. A, adalah fase baseline (kondisi sebelum intervensi dilakukan. B, adalah fase intervensi Data dianalis dan dideskripsikan dalam bentuk grafik untuk melihat perbedaan antara hasil asesmen sebelum diintervensi (baseline) dengan data hasil asesmen setelah diintervensi. Selisih atau perbedaan antara data baseline dengan data hasil intervensi dinyatakan sebagai dampak dari penerapan model pembelajaran berdasarkan perkembangan. Analis data dilakukan pada setiap subjek satu per satu. Hasil penelitian pada tahap ketiga menunjukkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan keterampilan interaksi dan komunikasi anak ASD dan dapat digunakan guru tanpa kesulitan yang berarti. |
| Kata kunci | : Autistic spectrum disorder, model perkembangan, keterampilan interaksi komunikasi, Single subject research |
| Download File | IMPLEMENTASI-MODEL-PERKEMBANGAN-DALAM-MENINGKATKAN-KETERAMPILAN-INTERAKSI-DAN-KOMUNIAKSI-ANAK-AUSTISTIC-SPECTRUM-DISORDER-(ASD).doc |