headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

STUDI TENTANG KEMANDIRIAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT DAN PROTEIN UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN

Kode :
Jenis Penelitian : Penguatan Kompetensi
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2010
Sumber Dana : UPI
Fakultas : LEMBAGA PENELITIAN
Peneliti -
Yulia Rahmawati,Atat Siti Nurani, Dadang Sukandar, Ali Khomsan
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa ketahanan pangan akhir-akhir ini menjadi isu nasional bahkan Internasional, data NBM tahun 1999 menunjukkan ketersediaan pangan di Indonesia telah mencapai 3.194 kkal energi dan 83.35 gram protein (BPS, 1999). Angka ketersediaan pangan tersebut telah melebihi kebutuhan pangan yang diperlukan. Walaupun penyediaan pangan pada tingkat nasional telah melampaui kebutuhan pangan, tidak berarti bahwa kecukupan pangan pada tingkat rumahtangga telah terpenuhi. Di beberapa daerah di Indonesia masih dapat dijumpai masalah gizi seperti; kurang energi protein, kekurangan vitamin A, defisiensi Fe, serta kurang zat gizi lainnya. Masalah ini dapat juga menyangkut pertambahan penduduk yang meningkat, semakin terbatasnya sumberdaya alam, masih terbatasnya sarana dan prasarana usaha di bidang pangan, semakin banyaknya produk impor yang melindas produksi dalam negeri, masih minimnya pengembangan terhadap lahan serta besarnya proporsi penduduk miskin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis permintaan pangan sumber karbohidrat dan protein (2) menganalisis kebutuhan pangan sumber karbohidrat dan protein sesuai norma gizi (3) menganalisis potensi daya dukung wilayah untuk menghasilkan pangan sumber karbohidrat dan protein, serta (4) menyusun rekomendasi yang terkait dengan kemandirian pangan sumber karbohidrat dan protein untuk mewujudkan ketahanan pangan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Kabupaten Bogor dipilih sebagai lokasi penelitian karena kabupaten ini merupakan produsen pangan sumber karbohidrat dan protein yang cukup dominan. Data potensi pendukung pangan sumber karbohidrat dan protein meliputi : (1) jumlah penduduk menurut pekerjaan dan pendidikan, (2) luas lahan menurut fungsinya, (3) data produktivitas, (4) data produksi pangan sumber karbohidrat seperti beras, singkong, ubi jalar, talas, kentang, (5) data ternak, unggas dan ikan. Berdasarkan struktur data sekunder yang berhasil dikumpulkan maka dibuat struktur file dengan menggunakan microsoft excel. Karena data yang dikumpulkan tersebut umumnya data sampai tahun 2008 maka dibuat struktur data yang memasukan unsur waktu dalam hal ini tahun kemudian diikuti denga data penduduk, luas areaal pertanian, perikanan, produktivitas dan produksi,selanjutnya dilakukan extrapolasi untuk tahun 2009, 2010 dan 2011 dengan menggunakan rata-rata peningkatan kenaikan atau delta. Komputasi pangan yang dibutuhkan untuk konsumsi penduduk tahun 2011 dilakukan perhitungan kebutuhan energi dan protein pada tahun 2011. Energi dan protein pada tahun 2011 didasarkan kepada Angka Kecukupan Gizi (Widyakarya Pangan dan Gizi 2004) dan menggunakan data penduduk tahun 2011 yang merupakan hasil extrapolasi. Data kebiasaan pangan yang merupakan pembatas dalam goal programming diperoleh dengan menentukan batas bawah sebesar 80 % x rata-rata konsumsi dan menentukan batas atas sebesar 120 % rata-rata konsumsi. Penentuan batas bawah dan atas ini dimaksudkan agar kuanitas pangan yang dibutuhkan selain mencoba mendekati kebutuhan energi dan protein tetapi diharapkan sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat. Data untuk mencari kebutuhan pangan untuk konsumsi tahun 2011 dibuat dalam excel dan diupayakan memenuhi format syntax data dalam SAS. Data tersebut selanjutnya diimport dari SAS untuk menjadi data dengan format SAS. Di dalam SAS data tersebut sudah memenuhi standard format Linier programming dan secara matematis memenuhi standar goal programming kemudian dibuat program SAS untuk memperoleh kebutuhan pangan tahun 2011 yang berupaya agar menedekati kebutuhan konsumsi energi dan protein tahun 2011 dan mendekati ketersediaan pangan pada tahun 2011. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil komputasi goal programming kebutuhan pangan penduduk kabupaten Bogor yang memenuhi sekitar 55.43 % angka kecukupan energi dan 74.57 % angka kecukupan protein pada tahun 2011 diperkirakan kebutuhan beras sebanyak 540 060 ton, singkong sebanyak 80 371 ton, ubi jalar sebanyak 25 728, daging ayam sebanyak 18 442 ton, daging sapi sebanyak 2 504 ton, ikan air tawar segar sebanyak 38 706 ton, tahu sebanyak 58 059 ton, tempe sebanyak 90 162 ton dan telur sebanyak 12 143 ton. Potensi daya dukung wilayah untuk singkong, ubi jalar, ayam dan ikan air tawar masih memberikan produksi yang berlebih dibandingkan kebutuhan penduduk, namun daya dukung sawah untuk produksi beras masih perlu ditingkatkan karena apabila produksinya tidak ditingkatkan maka pada tahun 2011 produksi sendiri masih deficit/kekurangan sebanyak 148 904 ton beras. Kebermanfaatan penelitian ini sangat penting dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan sumber karbohidrat dan protein. Rekomendasi ini akan dapat diaplikasikan oleh jajaran pertanian sehingga tercapai kemandirian pangan, khususnya sumber karbohidrat dan protein secara lebih cepat.
Kata kunci : kemandirian pangan, pangan sumber karbohidrat, protein
Download File STUDI-TENTANG-KEMANDIRIAN-PANGAN-SUMBER-KARBOHIDRAT-DAN-PROTEIN-UNTUK-MEWUJUDKAN-KETAHANAN-PANGAN.doc