headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Kalimantan dalam Masa Revulusi Indonesia(Tarik Ulur antara Unitarisme dan Federalisme) 1945-1950

Kode : Sejarah
Jenis Penelitian : Hibah Bersaing
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2008
Sumber Dana : DIKTI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Peneliti - Prof.Dr. HELIUS SJAMSUDIN MA.
- Dra. ENOK MARYANI MS.
Abstrak Setelah runtuh
kekuasaan Orde Baru yang pemerintahannya dianggap terlalu “sentralistis” dan
muncul apa yang kemudian disebut “Orde Reformasi” yang menggantikannya pada
ujung tahun 1980an, timbul gagasan menjadikan pemerintahan Indonesia berbentuk
“federal.” Pro dan kontra tentang gagasan itu muncul karena dianggap sebagai
suatu “kemunduran” dari apa yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa
pada tahun 1945. Pada waktu itu wakil-wakil rakyat Indonesia yang duduk dalam
BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), kemudian
juga PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), semua sepakat bahwa Indonesia
berbentuk negara kesatuan (unitarisme) dan republik. Tetapi dalam perkembangan
kemudian di antara tahun 1945-1949, di beberapa daerah dan/atau kepulauan
Indonesia muncul “negara-negara bagian” di samping Republik Indonesia yang
unitaris. Negara-negara bagian itu direncanakan akan menjadi bagian dari
“Negara Indonesia Serikat” (atau Republik Indonesia Serikat) yang berbentuk
federasi. Karena ketika itu yang menjadi “bidan” dari negara-negara bagian ini
adalah Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Dr. H.J. van Mook, maka timbul
“trauma” terhadap federalisme yang sebenarnya masih merupakan wacana pada Orde
Reformasi.  Stigma “negara boneka” (puppet
states
) van Mook  ini yang dicemaskan
oleh para pendukung NKRI. Sebagai gantinya muncul ide dan pelaksanaan
desentralisasi dan otonomi daerah (lihat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999
tentang Pemerintahan Daerah).

Sebagai sebuah studi sejarah, penelitian yang
dilakukan ini mengambil Kalimantan sebagai fokus spasial kajian dalam periode
revolusi Indonesia antara tahun 1945-1950. Tema yang diangkat menyangkut
masalah persaingan antara kekuatan unitarisme versus federalisme; antara
golongan republiken dan golongan federalis. Dalam bahasa geo-metafora,
penelitian ini mengkaji gerakan-gerakan yang timbul di Kalimantan antara
kekuatan  sentripetal versus
kekuatan sentrifugal; antara kekuatan yang ingin tetap menjadikan Kalimantan
sebagai bagian
dari Republik Indonesia (NKRI), melawan kekuatan yang ingin Kalimantan sebagai
salah satu dari negara-negara bagian (states) dalam federasi Negara
Indonesia Serikat (Republik Indonesia Serikat).

 

Kata kunci :
Download File Kalimantan-dalam-Masa-Revulusi-Indonesia(Tarik-Ulur-antara-Unitarisme-dan-Federalisme)-1945-1950.doc