headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Mengangkat Nilai-Nilai Kearifan Lokal dari Kakawihan Barudak Sunda dalam Perspektif Etnopedagogi

Kode : 955/B
Jenis Penelitian : Etnopedagogi
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2011
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
Peneliti - IWA LUKMANA MA.,PhD.
Abstrak

Lagu tradisional anak-anak (kakawihan barudak) Sunda mengalami penurunan popularitas, sementara
kakawihan tersebut diyakini memiliki
nilai-nilai positif.
Penelitian ini mengeksplorasi permasalahan yang
terkait dengan
kakawihan, yakni (1) tingkat pengenalan dan penggunaan kakawihan
barudak
dalam masyarakat Sunda, (2) realisasi kebahasaan yang terdapat
dalam kakawihan, (3) nilai-nilai yang terkandung dalam kakawihan,
(4) persepsi orang Sunda terhadap kakawihan, dan (5)
model pelestarian kakawihan yang dapat diajukan. Penelitian ini
menghasilkan sejumlah temuan. Pertama, terkait pengenalan dan penggunaan kakawihan, h
ampir semua kakawihan dikenal oleh responden dengan beragam tingkat
pengenalan
. Selanjutnya popularitas kakawihan
dipengaruhi oleh
beberapa faktor, di antaranya pemakaian dalam
permainan, fitur bahasa, musikalitas, dan pemajanan
. Adapun kakawihan masih cukup banyak digunakan
oleh anak-anak.
Kedua, terkait realisasi kebahasan dalam kakawihan, banyak muncul bahasa
figuratif berbasis form, selain gaya
bahasa berbasis makna. Bahasa figuratif tersebut bersama dengan sistem
transitivitas dan
progresi t
ematis membentuk sifat kakawihan yang bernuansa
rekreatif. Ketiga, terkait nilai-nilai yang tekandung dalam kakawihan, semua responden menempatkan
dalam urutan tiga besar tiga buah nilai, yakni rekreatif, kebersamaan, dan
edukatif. Keempat, terkait p
ersepsi responden terhadap kakawihan, ditemukan bahwa orang dewasa dan guru cenderung lebih
mengetahui konsep kakawihan dibanding
anak-anak. Selanjutnya ditemukan bahwa harapan akan kebertahanan (bahkan
pengembangan) kakawihan diungkapkan
baik oleh anak-anak, orang dewasa, maupun guru. Adapun a
lasan utama lemahnya pewarisan kakawihan adalah munculnya saingan berbentuk teknologi
baru dan hiburan baru. Kelima, terkait model
pelestarian kakawihan,
diusulkan sebuah model yang
yang berbasis pada potensi yang ada, yakni
bahwa
sejauh tertentu kakawihan
masih dikenal, dipakai, diperhatikan, dianggap memiliki nilai positif
, dan didukung fitur kebahasaan yang menarik. Agar efektif,
pelestarian kakawihan perlu dilakukan
berbasis prinsip kemenarikan penyajian, kesesuaian dengan
perkembangan zaman, dan kemudahan
akses. Sebagai contoh realisasinya,
kakawihan dapat dijadikan bagian integral dari
program sekolah
(terutama di TK dan SD) dan dipajankan
melalui
teknologi modern. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa kakawihan menjadi salah sumber nilai
yang dapat dieksplorasi lalu diangkat untuk menciptakan sistem pendidikan yang
berlandaskan nilai-nilai lokal. Praktek etnopedagogi berbasis kakawihan barudak ini dapat difokuskan
pada pendidikan awal (SD dan SLTP), meskipun tidak dibatasi di situ. Lewat
praktek seperti ini diharapkan dapat tercipta paduan yang harmonis antara unsur
lokal dan global.
 

Kata kunci : kakawihan barudak, nilai, realisasi kebahasaan, model pelestarian, etnopedagogi
Download File Mengangkat-Nilai-Nilai-Kearifan-Lokal-dari-Kakawihan-Barudak-Sunda-dalam-Perspektif-Etnopedagogi .doc