headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

MODEL PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL (LOCAL GENIUS) PADA MASYARAKAT SUNDA DALAM MEMBENTUK PERILAKU LINGKUNGAN BERTANGGUNG JAWAB

Kode : 901/S
Jenis Penelitian : Etnopedagogi
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2011
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Peneliti - Dr.Hj. SRI HAYATI M.Pd.
Abstrak

Penelitian ini mengkaji model penanaman
nilai-nilai kearifan local dalam membentuk perilalku lingkungan yang
bertanggung jawab pada masyarakat sunda dengan kasus masyarakat Kampung Naga
dan Baduy. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif.
Penelitian ini dilakukan pada dua tempat sebagai kasus, yaitu Kampung Naga di
Kabupaten Tasikmalaya dan Desa Kanekes di Kabupaten Lebak. Subjek dalam
penelitian ini adalah para pemuka adat di Kampung Naga dan Kanekes. Data akan
dijaring melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data diolah dan
dianalisis secara kualitatif kemudian diinterpretasi untuk memperoleh model
penanaman nilai-nilai kearifak lokal dalam membentuk perilaku lingkungan yang
bertanggung jawab pada Masyarakat Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya
papagon hirup dan budaya pikukuh merupakan nilai-nilai kearifan
lingkungan. Nilai-nilai budaya papagon hirup terdapat pada masyarakat Kampung
Naga terdiri atas empat nilai, yaitu budaya wasiat, budaya amanat, budaya
akibat, dan budaya pamali/tabu. Penanaman nilai budaya papagon hirup tersebut diwariskan dari generasi ke generasi melalui
proses belajar budaya (enkulturasi)
dan  sosialisasi. Pada masyarakat Kampung
Naga, setiap warga memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang berorientasi
pada keselarasan lingkungan, baik lingkungan sosial budaya maupun lingkungan
alam. Melalui proses pewarisan tersebut setiap warga memahami dan melaksanakan
hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat Kampung Naga yang berpedoman pada
budaya papagon hirup. Pikukuh dijalankan melalui pertabuan pada masyarakat
Baduy. Pertabuan dilakukan untuk perlindungan sukma, perlindungan mandala, dan
perlindungan tradisi. Penanaman nilai-nilai pikukuh dilakukan sejak dini
terhadap anak-anak, di mana orang tua merupakan tokoh dan contoh utama dalam
keluarga. Sejak anak-anak mengenal lingkungannya, orang tua berkewajiban untuk
memberitahukan tentang pikukuh dan pertabuan. Pengawasan terhadap pikukuh
melalui pertabuan pada masyarakat Tangtu dilakukan oleh Jaro Tangtu, sedangkan
pengawasan pada masyarakat Panamping dilakukan oleh Jaro Dangka dibantu oleh
Jaro Pamarentah dan Tanggungan Jaro Duabelas. Berdasarkan hasil penelitian,
rekomendasi diajukan adalah bahwasanya perlu sosialisasi budaya papagon dan budaya pikukuh melalui wahana pendidikan, agar inspirasi harmonisasi
hubungan manusia dengan lingkungan alam dapat dikembalikan pada porsinya.
Diharapkan penelitian selanjutnya mengkaji model penanaman nilai ini yang dapat
dintegrasikan ke dalam pendidikan, serta memperluas identifikasi model
penanaman nilai kearifan lingkungan pada pemangku budaya lainnya.
 

Kata kunci : Kearifan Lokal, Budaya Papagon Hirup, Budaya Pikukuh Baduy, Pertabuan
Download File MODEL-PENANAMAN-NILAI-NILAI-KEARIFAN-LOKAL-(LOCAL-GENIUS)-PADA-MASYARAKAT-SUNDA-DALAM-MEMBENTUK-PERILAKU-LINGKUNGAN-BERTANGGUNG-JAWAB-.doc