headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

PENERAPAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING ANAK USIA DINI

Kode : 1782/P
Jenis Penelitian : Dosen Muda
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2011
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
Peneliti - YENI RACHMAWATI M.Pd.
Abstrak

 Tradisi pembelajaran matematika disekolah saat
ini, pada umumnya masih mengajarkan matematika sebatas untuk menghapal rumus
dan mengerjakan latihan-latihan perhitungan yang sifatnya abstrak, mekanistis menjemukan
dan kurang bermakna. Permasalahan ini terjadi mulai dari tingkat Perguruan
tinggi hingga ke taman kanak-kanak. Sebagaimana yang dikemukakan
Rachmawati (2008) dalam temuannya di PAUD  bahwa “praktek pelaksanaan operasi angka di TK,
lebih bersifat akademik seperti layaknya anak usia SD. Sebagian besar langsung
menggunakan soal—soal latihan yang bersifat abstrak berupa penjumlahan angka,
pengurangan angka, bahkan kombinasi dari penjumlahan dan pengurangan, tanpa
menggunakan alat bantu media”. Dengan fenomena tersebut, banyak anak usia dini
yang akhirnya stress dan mogok sekolah.Mengenalkan matematika dengan cara yang
menyenangkan, bermakna dan terkait dengan kehidupan anak menjadi kebutuhan
penting  bagi anak. Realistic Mathematic Education (RME) ditengarai dapat menjadi
alternatif solusi dalam permasalahan tersebut. Melalui RME  para siswa akan diajak untuk membahas  matematika mulai dari kehidupan nyata
keseharian. Para siswa juga akan dilatih kemampuan logisnya dalam menyelesaikan
masalah yang dihadapinya. Hingga dalam penentuan rumus pun ditemukan sendiri
oleh siswa, bukan dari doktrin guru. Dengan proses pembelajaran yang bermakna,
menyenangkan dan terkait dengan kehidupannya, maka minat dan motivasi anak
untuk belajar matematika pun meningkat (Rachmawati (2009)).
Pertanyaan dalam penelitian ini adalah ; “bagaimana
kondisi awal pembelajaran matematika di TK Bunda Balita ?”, “bagaimana
implementasi RME di TK Bunda Balita?” dan “apakah RME dapat mengembangkan
keterampilan problem solving anak usia dini ?”. 
Penelitian ini menggunakan metode penelitian classroom action research yang akan
dilaksanakan di TK Bunda Balita Bandung

dengan subjek 11 anak TK B
. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi
pembelajaran matematika di TK Bunda Balita belum sepenuhnya menunjukkan
pengembangan problem solving. Sementara itu aktivitas RME yang diterapkan
melalui siklus 1 dan siklus 2 memiliki sifat “challenging” dan “unroutine”.
Kedua karakteristik ini merupakan persyaratan sebuah kegiatan dikategorikan
kedalam aktivitas yang memiliki bobot problem solving. Selain itu 4 tahapan
yang dilakukan secara bertahap dalam  kegiatan problem solving secara langsung terimplementasikan
 kedalam tahapan “kapasitas apung” RME.
Aktivitas problem solving merupakan bagian yang esensial dari RME. Selain itu
berdasarkan perolehan skoring keterampilan problem solving yang dibandingkan
saat observasi awal, siklus 1 dan siklus 2, skor rata-rata anak meningkat
sebanyak  2 point. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa aktivitas RME dapat membantu proses pengembangan keterampilan
problem solving anak usia dini.

Kata kunci : Realistic Mathematic Education, problem solving, challenging, unroutine
Download File PENERAPAN-REALISTIC-MATHEMATIC-EDUCATION-(RME)-DALAM-MENINGKATKAN-KETERAMPILAN-PROBLEM-SOLVING--ANAK-USIA-DINI.doc