headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Rancang Bangun dan Pengembangan Trainer Mikrokontroler Embedded Systems

Kode : 1310/T
Jenis Penelitian : PPKBK
Metode Penelitian : Research & Development
Tahun Penelitian : 2013
Sumber Dana : BOPTN DIKTI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
Peneliti - Drs. YOYO SOMANTRI ST., M.Pd.
- Drs. GANTI DEPARI M.Pd.
- ERIK HARITMAN S.Pd., M.T.
- Drs. TJETJE GUNAWAN
Abstrak Mengkritisi kebijakan pemerintah dengan menetapkan kebijakan bahwa pada tahun 2015 porsi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi 70 % sedangkan Sekolah Menengah Umum (SMU) menjadi 30 %. Dengan kebijakan ini dibutuhkan sarana pendidikan yang memadai salah satunya yaitu alat latih pendidikan (trainer) sedangkan persoalan yang sedang dihadapi oleh Sekolah Menengah Kejuruan yaitu kekurangan alat latih untuk proses belajar mengajar dan minimnya kreativitas inovasi teknologi.(Hasil wawancara dengan Deni Anwar guru SMKN 1 Cimahi dan Cecep Alysahbana guru SMKN 6 Bandung tahun 2008). Kekurangan trainer di SMKN-SMKN merupakan fakta actual yang harus dicari solusinya. Tujuan penelitian yaitu menghasilkan Rancang Bangun dan Pengembangan Trainer Mikrokontroler Embedded Systems yang bekerja tanpa Komputer (inovasi teknologi), digunakan untuk berlatih membuat program program–program aplikasi. Trainer ini sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kekurangan alat latih pembelajaran di SMKN/S atau Universitas. Metodologi yang digunakan yaitu Research and Development (R&D). Pengembangan berdasarkan masukan dari guru-guru SMKN di Kota Bandung dan Cimahi. Untuk menyempurnakan trainer tersebut dirancang kembali trainer atau alat latih mikrokontroler embedded systems yang dilengkapi dengan aplikasi sensor-sensor. Hasil penelitian menghasilkan alat latih (Trainer) mikrokontroler embedded systems dengan Program ekperimen input/output seperti : Rangkaian keypad, push button, led, seven segment, stepper dan relay. Sedangkan pengembangan dengan menambah berbagai sensor aplikasi antara lain : LDR, Infra merah, LM35 (temperatur), NTC, proximity, ultrasonic dan tekanan. Program assembly untuk ekperimen disempurnakan menggunakan label-label. Kesimpulan trainer mikrokontroler embedded systems beroprasi tidak menggunakan komputer dan dapat difungsikan sebagai termometer.
Kata kunci : Trainer mikrokontroler, embedded systems dan sensor
Download File Rancang-Bangun-dan-Pengembangan-Trainer-Mikrokontroler-Embedded-Systems.doc