headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Pemanfaatan Sampah Berbasis Material Nano-Komposit untuk Aplikasi Ruang Kedap Suara

Kode : 1317/T
Jenis Penelitian : PPKBK
Metode Penelitian : Eksperimen
Tahun Penelitian : 2013
Sumber Dana : BOPTN DIKTI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
Peneliti - Dr. ENJANG AHMAD JUANDA M.Pd., MT.
- Dra. BUDI MULYANTI M.Si.
- Ir. H. ARJUNI BUDI PANTJAWATI M.T.
Abstrak Saat ini ruang kedap suara pemanfaatannya masih terbatas untuk kebutuhan komersial seperti bioskop, studio musik dan ruang karaoke karena biaya pembuatannya relatif cukup mahal. Mendaur ulang sampah menjadi bahan kedap suara dapat mengatasi masalah ini karena bahan kedap suara dapat diproduksi dengan biaya yang relatif murah. Manfaat lain yang tidak kalah penting, daur ulang tersebut dapat mengurangi penumpukan sampah secara signifikan. Melalui penelitian ini sampah organik berupa sampah sayuran dan sampah anorganik berupa sampah plastik, kertas, dan kain, akan didaur ulang menjadi material komposit padat serupa papan. Hasil uji coba awal menunjukkan satu karung sampah organik ukuran karung beras 25 kg, setelah diolah menghasilkan 17 lempeng komposit ukuran 16,4x11,6 cm dengan ketebalan bervariasi antara 0,6 sampai 0,8 mm. Penelitian ini dirancang dengan fokus pada unjuk kerja bahan melalui metoda eksperimen. Sampah yang sudah melalui proses penghancuran dan pengeringan, dicampur dengan material nanosilika organik berupa sekam padi. Campuran ini kemudian digunakan sebagai material pengisi (filler) dan dicampurkan dengan material pengikat (matriks) berupa polyvinil acetate (PVAc). Proses akhir, bahan serat dicampurkan ke dalam adonan. Setelah itu dilakukan hotpressing dalam jangka waktu tertentu. Parameter yang diukur pada bahan kedap suara tersebut adalah koefisien penyerapan bunyi. Pengukuran dilakukan pada beberapa level kekasaran sampah dan pada beberapa jenis serat. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan ketentuan standar ISO 11654, 1997 yang menetapkan nilai koefisien penyerapan bunyi terkecil untuk dapat dikategorikan sebagai material peredam suara adalah 0,15. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua sampel yang dibuat dapat memenuhi standar ISO 11654, 1997 sehingga dapat dikategorikan sebagai bahan peredam suara. Hasil pengukuran juga menunjukkan hasil olahan sampah yang lebih halus memberikan kinerja penyerapan bunyi yang lebih baik. Dapat disimpulkan pula bahwa kinerja penyerapan bunyi dari bahan peredam suara dipengaruhi oleh jenis serat yang digunakan. Hasil Penelitian ini telah dipublikasikan melalui seminar nasional di FPTK UPI, seminar internasional IMEN-LIPI, dan akan diajukan untuk jurnal internasional Applied Physics Research
Kata kunci : sampah, nano komposit, ruang kedap suara, sekam padi, serat, PVAc
Download File Pemanfaatan-Sampah-Berbasis-Material-Nano-Komposit-untuk-Aplikasi-Ruang-Kedap-Suara.doc