headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

PRODUKSI BIOETANOL DARI GULA HIDROLISAT SERBUK JERAMI PADI (Oryza sativa, Linn) MENGGUNAKAN KULTUR TUNGGAL DAN KONSORSIUM KHAMIR

Kode : 1326/M
Jenis Penelitian : Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT)
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2014
Sumber Dana : DIKTI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
Peneliti -
-
- Dra. AMMI SYULASMI MS.
Abstrak Bio-etanol adalah etanol yang dihasilkan melalui fermentasi gula oleh khamir dan bakteri (Najafpour et al., 2002; Purwadi, 2006). Etanol digunakan sebagai ‘fuel additive’ (campuran bahan bakar), bahkan dapat menggantikan bahan bakar minyak (BBM) konvensional. Bahan baku yang digunakan dalam pabrik untuk produksi etanol melalui fermentasi dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu gula, pati dan lignoselulosa. Gula dapat difermentasi langsung menjadi etanol. Pati dari jagung, singkong, ubi, dan sagu, harus dihidrolisis terlebih dahulu menjadi gula untuk difermentasi menjadi etanol. Lignoselulosa dari kayu, limbah pertanian, limbah pulp dan kertas harus diberi pra-perlakuan dengan menurunkan ukuran butir, melarutkan dan memisahkan empat komponen utama yaitu selulosa, hemiselulosa, lignin dan bahan ekstraksi, agar biomasa padat selanjutnya lebih mudah dihidrolisis secara kimia yaitu dengan asamatau basa, enzimatik, dan kombinasi keduanya,karena komponen karbon gula pada selulosa dan hemiselulosa lebih sulit dihidrolisis menjadi gula (Najafpour et al., 2002; Indartono, 2005; Taherzadeh et al., 2007). Dengan peningkatan penggunaan gula fermentasi pada berbagai industri kimia menyebabkan kebutuhan gula dan bahan baku meningkat pula. Sehingga perlu dicari bahan baku lain yang bisa menghasilkan gula fermentasi tanpa harus bersaing dengan bahan baku untuk makanan pokok. Padi (Oryza sativa, L) dapat dipertimbangkan sebagai bahan baku produksi gula fermentasi dan etanol karena dari total produksi limbah tanaman pangan di Indonesia sebesar 51.546.297 ton BK, sekitar 86% adalah jerami padi (Syamsu, 2006). Hasil penelitian menggunakan berbagai metode hidrolisis menunjukan bahwa, metode hidrolisis Basa (NaOH, 3M)-Enzim menghasilkan gula pereduksi sebanyak 18,82 mg/ml. Selanjutnya nilai konversi bio-etanol dari gula tersebut tertinggi diperoleh dari hasil fermentasi oleh kultur konsorsium K.marxianus - S.cerevisiae, dari kadar gula 5% yaitu 1,78% (v/v) pada jam ke 72, dan dari kadar gula 10% yairu 3,48, pada jam ke 72. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai hidrolisis dengan berbagai metode menggunakan asam, basa, enzim, pada bahan berlignoselulosa dan fermentasinya oleh berbagai khamir maupun bakteri
Kata kunci : jerami, bio-etanol, lignoselulosa
Download File PRODUKSI-BIOETANOL-DARI-GULA-HIDROLISAT-SERBUK-JERAMI-PADI-(Oryza-sativa,-Linn)-MENGGUNAKAN-KULTUR-TUNGGAL-DAN-KONSORSIUM--KHAMIR.doc