headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Disain Didaktis Bahan Ajar Matematika SMP Berbasis Learning Obstacledan Learning Trajectory

Kode : 1265/M
Jenis Penelitian : Kolaborasi Institusi
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2014
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
Peneliti - Drs. ENDANG DEDY M.Si.
- Dra. ENCUM SUMIATY M.Si.
-
Abstrak Pembelajaran matematika bermakna, dengan mempertimbangkan faktor psikologi, dan hak belajar siswa di sekolah merupakan kewajiban bersama semua pihak yang terkait dengan lembaga pendidikan, khususnya para guru. Oleh karena itu sangatlah penting memiliki berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Berkaitan dengan kualitas pembelajaran, khususnya bidang matematika memberikan dampak yang sangat signifikan baik dalam segi karakter siswa, maupun segi kognitifnya.
Suryadi (2010) menyatakan bahwa pembelajaran matematika pada dasarnya berkaitan dengan tiga hal, yaitu guru, siswa, dan materi. Jika pembelajaran hanya didasarkan atas pemahaman tekstual akan menghasilkan proses belajar matematika bersifat miskin makna dan konteks, serta proses belajar berorientasi hasil yang menyebabkan siswa belajar secara pasif. Pembelajaran yang kurang bermakna juga dapat mengakibatkan siswa memahami konsep-konsep matematika secara parsial, tidak terintegrasi antara konsep yang satu dengan konsep yang lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki pembelajaran dengan cara membuat bahan ajar (disain didaktis) yang berbasis Learning Obstacle dan Learning Trajectory.
Penelitian ini sangat penting dilakukan, karena melalui bahan ajar yang dibuat berdasarkan Learning Obstacle dan Learning Trajectory, pembelajaran tidak akan kering makna, dan kualitas pembelajaran akan semakin membaik. Dengan demikian kualitas pendidikan di Indonesia akan meningkat.
Perlaksanaan penelitian ini diawali dari permasalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan masalah (penemuan konsep maupun dalam penguatan konsep), kemudian menganalisa buku paket wajib untuk siswa (BSE), dan diakhiri dengan membuat bahan ajar berdasarkan learning obstacle dan learning trajectory
Berdasarkan hasil analisis masalah terkait operasi hitung bilangan bulat, konsep fungsi, dan konsep kesebangunan dua buah segitiga, maka Implenentasi disain didaktis awal dapat memprediksi kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan siswa, dan kesalahan yang dilakukan siswa masih ada tetapi sudah jauh berkurang dibanding hasil temuan pada saat uji learning obstacle awal. Kondisi ini diperkuat dengan hasil tes learning obstacle setelah pembelajaran, baik untuk konsep operasi hitung bilangan bulat, konsep fungsi, maupun konsep kesebangunan segitiga menunjukkan bahwa secara kelompok dengan standar ketuntasan sekolah (minimal nilai matematika 75%) sudah tuntas.
Kata kunci : Learning Obstacle dan Learning Trajectory.
Download File Disain-Didaktis-Bahan-Ajar-Matematika-SMP-Berbasis-Learning-Obstacledan-Learning-Trajectory.doc