headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Peran Integrasi Budaya dalam Pengembangan Pariwisata Religi Berbasis Masyarakat Studi Kasus: Kawasan Wisata Religi di Kota Banten

Kode : 947/S
Jenis Penelitian : Etnopedagogi
Metode Penelitian : Reserch
Tahun Penelitian : 2013
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Peneliti - Prof. Dr. R. GURNIWAN KAMIL PASYA M.Si.
-
-
-
Abstrak Promosi perjalanan wisata yang berhubungan dengan wisata religi sangat gencar dilakukan oleh biro-biro perjalanan, hanya saja banyak menyediakan perjalanan wisata religi ke wilayah Asia Barat Daya, terutama dalam menawarkan perjalanan wisata dalam bentuk ibadah umroh ke tanah suci Mekah, sehingga sangat jarang sekali menawarkan perjalanan wisata religi nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan daya tarik wisata religi dalam negeri. Wisata religi dimaknai sebagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia ntuk memperkaya pengalaman rohani yang bermanfaat bagi keseimbangan kehidupan yang dijalani. Wisata religi sering dikaitkan dengan ziarah ke tempat-tempat yang memiliki nilai puritan dan bahkan dikeramatkan. Motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan ziarah juga beraneka ragam, namun intinya adalah manusia berkeinginan untuk memperkuat hubungan transendan dengan yang Maha Kuasa. Namun, dalam penelitian kali ini, wisata religi akan lebih dimaknai sebagai kegiatan perjalanan untuk lebih memperkaya khazanah dan pengalaman sejarah perkembangan Islam di tanah air sehingga akan memperkuat pengalaman rohani Islami bagi umat muslim. Salah satu daerah yang kaya akan peninggalan sejarah Islam adalah Banten, yang akan menjadi lokus dalam penelitian ini. Peninggalan wisata Islam di Banten berasal dari integrasi budaya asli dengan Tionghoa. Penelitian ini dimaksudkan untuk memaknai intgrasi budaya asli Banten dan Tionghoa dalam masyarakat dan bagaimana masyarakat dapat mengembangkan peningggalan sejarah itu untuk menjadikan Banten sebagai destinasi wisata religi bagi wisatawan. Pendekatan pengembangan pariwisata religi di Banten sangat melibatkan masyarakat sekitarnya, dalam konsep kepariwisataan, pendekatan pengambangan destinasi yang dilakukan adalah berbasis masyarakat (community based Tourism Approach). Berdasarkan hal tersebut, maka akan diteliti suatu cara mengembangkan etnopedagogi bagi kepentingan masyarakat untuk mengembangkan wisata religi di Kawasan Banten. Teknik penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan metode triangulasi dimana peneliti membandingkan hasil dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan untuk mengetahui tingkat akseptabilitas dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan daerahnya menjadi destinasi wisata religi. Interaksi dengan masyarakat juga akan secara intensif dilakukan agar terjadi transfer ilmu pengetahuan tentang kepariwisataan (bagi masyarakat) dan pemahaman tentang akseptabilitas dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan pariwisata.
Kata kunci : Wisata Religi, Integrasi Budaya, Community Based Tourism Approach
Download File Peran-Integrasi-Budaya-dalam-Pengembangan-Pariwisata-Religi-Berbasis-Masyarakat-Studi-Kasus:-Kawasan-Wisata-Religi-di-Kota-Banten.doc