headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Pemetaan Kualifikasi Dan Kompetensi Guru Geografi Dalam Pengembangan Profesionalitas.

Kode : 1900/S
Jenis Penelitian : Kompetitif
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2007
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Peneliti - Dr. EPON NINGRUM M.Pd.
- Drs. ASEP MULYADI M.Pd.
- BAGJA WALUYA M.Pd.
Abstrak

            Penelitian ini berlandasan pada latar belakang masalah mengenai kualifikasi dan kompetensi guru geografi, jenjang pendidikan sekolah menegah atas (SMA) di Jawa Barat. Permasalahan yang dipandang krusial adalah berkenaan dengan kualifikasi akademis, kompetensi profesional dan upaya peningkatan profesionalitas guru, sehingga sangat penting dan segera untuk mencari solusi bagi pemecahannya. Dengan demikian,  tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kualifikasi, kompetensi profesional, dan upaya peningkatan profesionalitas guru bagi perumusan suatu model peningkatan profesionalitas guru. Sehingga hasil penelitian dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan upaya peningkatan profesionalitas guru, khussusnya kompetensi profesional.


            Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dalam bingkai penelitian dan pengembangan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan, yakni: studi pendahuluan, studi eksploratif, dan perumusan model hipotetik. Populasi penelitian adalah seluruh SMA negeri di Jawa Barat yang jumlahnya 364 sekolah dan seluruh guru geografi SMA negeri. Sampel penelitian ditetapkan 25% sehingga diperoleh jumlah 97 SMA negeri dan 97 orang guru geografi sebagai responden. Data dihimpun melalui instrumen angket untuk menghimpun data tentang kualifikasi akademik, kompetensi profesional, dan upaya peningkatannya. Analisis data menggunakan prosentase dan analisis deskriptif.    


 Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru yang telah memenuhi kulalifikasi akademik adalah 95 orang (97,8%) dan yang relevan antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu adalah   88 orang (90,7%). (2) Kompetensi profesional terjabarkan pada lima karakteristik, yaitu: rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, metode pembelajaran, media dan sumber belajar serta proses pembelajaran. Perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan dan penggunaan metode serta media pembelajaran belum memperhatikan karakteristik siswa.  RPP selalu dibuat oleh 68 orang (70,1%) dan materi geografi teknik (PJ dan SIG) dipandang sulit oleh seluruh responden (100%). 65 orang (67,0%) selalu menggunakan media pembelajaran.  Perpustakaan sebagai sumber belajar sering digunakan oleh seluruh responden (100%). 12 orang (12,4%) selalu melaksankan pre-test dan post-test. Pola interaksi dua arah  selalu dilakukan oleh 76 orang (78,4%), sedangkan pola interaksi multi arah selalu dilaksanakan oleh 34 orang (35,1%); (3) Upaya peningkatan kompetensi dan profesionalitas dilakukan melalui pelatihan.  Empat hambatan peningakatan kompetensi profesional, yaitu: kurang kesempatan, keterbatasan sarana pendukung, kurang finansial, dan kurang sumber belajar. Saran bagi aplikasi hasil pelatihan adalah: dibekali materi pelatihan lengkap, evaluasi aplikasi hasil pelatihan, pelaksanaan pelatihan efektif, sosialisasi di sekolah, pengawasan dan dukungan pihak sekolah serta tindak lanjut pelatihan; dan (4) Peningkatan profesionalitas guru sebagai model hipotetik, terdiri atas empat unsur, yakni: deskripsi, asumsi dasar, komponen, dan teknik implemetasi.


Rekomendasi yang diajukan adalah: penempatan guru harus sesuai dengan latar belakang pendidikan, kompetensi profesional perlu ditingkatkan,  dan uji validasi model.


Kata kunci :
Download File Pemetaan-Kualifikasi-Dan-Kompetensi-Guru-Geografi-Dalam-Pengembangan-Profesionalitas. .doc