headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Pemberdayaan Museum "Sakola Rakjat" sebagai Sumber Belajar dalam Rangka Peningkatan Proses Pembelajaran Mahasiswa PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Kode : 71/PGSD
Jenis Penelitian : Program Pengembangan Keunggulan Fakultas, Kampus D
Metode Penelitian : Deskriptif
Tahun Penelitian : 2013
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : UPI Kampus Tasikmalaya
Peneliti - Dr. DIAN INDIHADI M.Pd.
Abstrak Pemberdayaan Museum “Sakola Rakjat” Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa PGSD UPI Kampus Tasikmalaya merupakan suatu solusi alternatif bagi penyiapan tenaga guru profesional di masa datang. Selain itu, hal tersebut merupakan kinerja inovatif UPI Kampus Tasikmalaya dalam merealisasikan hakikat pendidikan serta visi dan misi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai perguruan tinggi yang berfokus dibidang pendidikan dan kependidikan. Sejalan dengan itu, ketersediaan Museum “Sakola Rakjat” sebagai sumber belajar, pemberdayaannya dapat berdampak kepada peningkatan proses pembelajaran mahasiswa PGSD di UPI Kampus Tasikmalaya serta peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Adapun tujuannya adalah agar peserta didik memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Depdiknas, 2003: 6). Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang pendidikan dan kependidikan, UPI merumuskan visi dan misi sejalan dengan hakikat pendidikan tersebut. Visi UPI adalah universitas pelopor dan unggul (A Leading and Outstanding University). Adapun misi UPI antara lain: 1) to prepare educators and other professional for global completion, 2) to develop innovative theoris of education and non education sciences as foundation for developing policy of national education, 3) to provide professional community service as an effort to solve national problems in the field of education, politics, economy and culture, and 4) to develop international education program through networking and partnership at national, regional, and international level (UPI Press, 2007: 1-2). Oleh karena itu, UPI memiliki tugas dan tanggungjawab dalam merealisasikan visi dan misi tersebut melalui rangkaian kegiatan penyiapan tenaga pendidik dan kependidikan profesional yang memiliki kemampuan bersaing di era global. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut didasarkan kepada usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif membangun potensi dirinya. Sejalan dengan itu, PGSD UPI Kampus Tasikmalaya memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif membangun potensi dirinya. Salah satu upaya untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran mahasiswa program S1 PGSD memberdayakan potensi dirinya, maka didirikan Museum “Sakola Rakjat”. Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995, tentang pemeliharaan dan pemanfaatan benda cagar budaya pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian budaya bangsa. Didasarkan kepada pasal tersebut, Museum “Sakola Rakjat” yang didirikan di UPI Kampus Tasikmalaya dipandang sebagai sebuah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian budaya bangsa Indonesia dibidang pendidikan dasar khususnya “Sakola Rakjat”. Museum “Sakola Rakjat” yang beralamat di Jalan Dadaha No. 18 Kota Tasikmalaya diresmikan pendiriannya oleh Bapak Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. selaku Rektor UPI pada tanggal 17 Januari 2013 merupakan sebuah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti materiil dibidang pendidikan dasar. Sebagai sebuah lembaga, museum ini merumuskan visinya “A Leading Education Mesum” dengan Misi (a) Ngamumule nilai-nilai cipta, rasa, karsa, jeung karya pendidikan dasar, (b) Ngawariskeun kaluhungan nilai-nilai budaya ka seuweu siwi. Museum tersebut saat ini diberdayakan sebagai sumber belajar bagi mahasiswa program S1PGSD UPI Kampus Tasikmalaya. Terkait dengan pemberdayaan museum sebagai sumber belajar, ada masalah yang perlu disolusikan sehingga hal itu tidak berada di luar harapan peningkatan kualitas proses pembelajaran mahasiswa PGSD UPI Kampus Tasikmalaya. Belajar secara sederhana dapat dipandang sebagai upaya individu mencapai suatu kondisi yang lebih baik melalui serangkaian kegiatan yang disadari dan direncanakan. Menurut arti kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2013: 17), ada 3 (tiga) arti untuk memaknai kata belajar, yakni: 1) berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, 2) berlatih, dan 3) berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Sejalan dengan pandangan tersebut, belajar dalam konteks ini dilakukan oleh mahasiswa PGSD UPI Kampus Tasikmalaya. Untuk itu, mereka diharapkan untuk berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih dan berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Pemerolehan pengalaman dalam hal ini adalah suatu kondisi yang lebih baik melalui serangkaian kegiatan yang disadari dan direncanakan. Oleh karena itu, belajar dipandang sebagai upaya mahasiswa tersebut mencapai suatu kondisi yang lebih baik. Akhirnya semoga model pengembangan sumber belajar ini menjadi pemicu pengembangan sumber belajar berikutnya. Segala kekurangan dalam pengembangan model sumber belajar ini tidak dipandang sebagai kegagalan dan kelemahan melainkan sebagai rujukan dan landasan pengembangan sumber belajar yang lebih sempurna.
Kata kunci :
Download File Pemberdayaan-Museum-"Sakola-Rakjat"-sebagai-Sumber-Belajar-dalam-Rangka-Peningkatan-Proses-Pembelajaran-Mahasiswa-PGSD-UPI-Kampus-Tasikmalaya.doc