headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Ideologi Gender Dalam Wacana Novel Indonesia Dasawarsa 1990 -an dan 2000-an

Kode : 852/B
Jenis Penelitian : Kompetitif
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2009
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
Peneliti - Dr. SUMIYADI M.Hum.
Abstrak

Penelitian yang berjudul Ideologi Gender dalam Novel Indonesia Era 1990-an dan 2000-an dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa ideologi gender yang berlaku pada suatu masyarakat dapat mewarnai karya sastra yang dilahirkan. Karena itu, meskipun novel merupakan kreasi imajinatif, isi maupun ideologi gender yang diembannya tidak begitu saja dapat dilepaskan dari realitas kehidupan masyarakat.


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) peran gender perempuan dan laki-laki; (2) perbedaan gender perempuan dan laki-laki; (3) ketidakadilan gender; dan (4) jenis ideologi gender dalam novel Indonesia era 1990-an dan 2000-an.


Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan teori sosiologi sastra dan kritik sastra feminis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hermeneutis-fenomenologis. Sumber data penelitian ini adalah novel Durga Umayi karya YB. Mangunwijaya, Para Priyayi karya Umar Kayam, Cau Bau Kan karya Remy Sylado, Saman karya Ayu Utami, Lemah Tanjung karya Ratna Indraswari Ibrahim, Tarian Bumi karya Oka Rusmini, Ronggeng karya Dewi Linggasari, Sintren karya Dianing Widya Yudhistira, dan Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy yang memuat ideologi gender.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Indonesia era 1990-an dan 2000-an merepresentasikan peran laki-laki dan perempuan tradisional, egaliterian, kontemporer, dan peran ganda. Perbedaan gender merepresentasikan bahwa perempuan cenderung distereotipkan dan bahkan diharuskan agar bersifat lemah lembut, halus, sabar, menjaga tata krama (tertib), setia, menerima (nrimo), pasrah, lemah, tidak banyak bicara, pasif, lebih mengedepankan perasaan dari pada pikirannya, dan sejenisnya. Laki-laki cenderung distereotipkan dan diharuskan bersifat sebaliknya, yakni kuat, rasional, cerdas, jantan, aktif, dan berbagai sifat maskulin lainnya. Ketidakadilan gender cenderung dialami oleh tokoh-tokoh perempuan dalam seluruh novel. Jenis ketidakadilan gender yang dialami tokoh-tokoh perempuan dalam novel yang diteliti adalah marginalisasi, represi, subordinasi, dan dominasi. Jenis ideologi gender meliputi ideologi patriaki, ideologi familialisme, ideologi ibuisme, dan ideologi umum. Keempat ideologi gender tersebut menciptakan domestikasi posisi dan peran perempuan. Keberadaan dan kemelembagaan ideologi gender tersebut disebabkan oleh hegemoni maskulinitas dalam kebudayaan Indonesia. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini, ada beberapa saran yang diajukan yakni (1) perlu dilaksanakan penelitian lanjutan yang meneliti permasalahan gender dengan fokus yang berbeda untuk memperoleh kedalaman; (2) pembelajaran di setiap jenjang pendidikan perlu memperhatikan pencapaian nilai-nilai keadilan universal, salah satu upaya untuk itu dapat ditempuh melalui pembelajaran sastra; (3) novel Indonesia era 1990-an dan 2000-an dapat dijadikan alternatif bahan pembelajaran sastra di perguruan tinggi agar mahasiswa memiliki kepekaan terhadap kenyataan konstruksi sistem sosial budaya patriarki yang cenderung mengakibatkan ketidakadilan sehingga mahasiswa mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat dalam kaitannya sebagai agen perubahan.

Kata kunci : Bandung
Download File Ideologi-Gender-Dalam-Wacana-Novel-Indonesia-Dasawarsa-1990--an-dan-2000-an .doc