headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Analisis Kemampuan Pemahaman Menyimak Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

Kode : 841/B
Jenis Penelitian : Kompetitif
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2009
Sumber Dana : UTU UPI
Fakultas : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
Peneliti - Dra. MELIA DEWI JUDIASRI
Abstrak

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang analisis kemampuan pemahaman menyimak mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI. Pembahasan dalam penelitian ini menitikberatkan pada kemampuan pemahaman menyimak mahasiswa dan analisis materi soal yang berdasarkan pada tes kemampuan bahasa Jepang Nihongo Nouryoku Shiken level 3 The Japan Foundation. Lebih khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian kemampuan mahasiswa dalam menyimak, untuk mengetahui materi menyimak yang belum/kurang dikuasai, serta untuk mengetahui model soal menyimak seperti apa yang memerlukan pendalaman dan pelatihan di kelas agar hasilnya dapat lebih maksimal. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa perolehan rata-rata nilai dari jumlah jawaban yang betul pada tes kemampuan menyimak adalah 57,38 , dengan demikian diketahui bahwa kemampuan menyimak mahasiswa masih rendah, selain itu diketahui pula responden yang mendapat nilai di atas 60 hanya 39 orang dari seluruh jumlah responden sebanyak 78 orang. Namun demikian, jika mengamati perolehan nilai rata-rata dari hasil perolehan tes kemampuan bahasa Jepang tingkat internasional secara resmi, perolehan rata-rata nilai mahasiswa termasuk pada kategori cukup baik yakni 71,17. Pada umumnya ketidakmampuan mahasiswa dalam menyimak ini dapat diklasifikasi dalam hal-hal sebagai berikut: 1) penggunaan gambar yang membingungkan ; 2) penggunaan tata kalimat yang tidak familiar dengan tata kalimat yang sering digunakan ; 3) penggunaan kosakata yang belum diketahui; 4) penggunaan ragam lisan yang membingungkan dan tidak familiar; 5) penggunaan ragam bahasa lisan untuk laki-laki dan perempuan bahkan untuk anak-anak yang jarang digunakan sehari-hari dalam pembelajaran; 6) banyak menggunakan tuturan-tuturan kalimat yang melesapkan partikel, pemendekkan dan pelesapan kata, serta penggunaan bentuk-bentuk kalimat non formal; 7); penggunaan sinonim kata; dan 8) kebiasaan bertutur orang Jepang yang berbeda dengan kebiasaan bertutur orang Indonesia. Selain itu melalui penelitian ini juga dapat diketahui bahwa soal-soal yang tanpa disertai dengan gambar sangat memerlukan pelatihan yang lebih intensif di kelas agar hasilnya dapat lebih maksimal.


 Kata Kunci : Menyimak Nihongo Nouryoku Shiken

Kata kunci : Bandung
Download File Analisis-Kemampuan-Pemahaman-Menyimak-Mahasiswa-Jurusan-Pendidikan-Bahasa-Jepang .doc