headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Model Pemetaan Alokasi Pembelajaran Satuan Pendidikan dalam Konteks Desentralisasi Pendidikan (Studi Kasus di Kabupaten Bandung

Kode : 1637/P
Jenis Penelitian : Stranas
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2009
Sumber Dana : DIKTI
Fakultas : FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
Peneliti - Drs. YOYON BAHTIAR IRIANTO M.Pd.
Abstrak

Desentralisasi mempengaruhi pola pembiayaan pendidikan. Sejak otonomi daerah dilaksanakan, terdapat tiga model penyaluran dana, yaitu dana dekonsentrasi, dana yang langsung ke kabupaten/kota, dan dana yang langsung ke sekolah. Kebutuhan biaya untuk setiap komponen pada setiap Jalur, Jenis dan Jenjang Pendidikan di setiap tempat/lokasi/daerah sangat berbeda.


Dengan demikian, diperlukan adanya hitungan jumlah besaran Biaya Satuan (terdiri dari Investasi, Operasi, Bantuan Biaya Pendidikan dan Bea Siswa), Biaya Penyelenggaraan dan/atau Pengelolaan Pendidikan (Investasi :Lahan dan Non Lahan; dan Operasi: Personalia dan Non Personalia) dan Biaya Pribadi Peserta Didik, dalam penyelenggaraan pendidikan agar dapat dijadikan patokan untuk pemerintah dalam membuat suatu keputusan yang nantinya dapat dituangkan dalam Anggaran, khususnya pada pos anggaran penyelenggaraan pendidikan yang  berdasarkan Jalur, Jenjang dan Jenis pendidikan yang ada di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Bandung.


Studi ini memfokuskan analisis  kebutuhan    satuan biaya pendidikan baik secara faktual (yang terjadi selama ini) maupun yang seharusnya untuk setiap Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan pada setiap daerah. Produk yang diharapkan diperoleh dari studi ini ialah : 1) Jenis-jenis kelembagaan satuan pendidikan yang memerlukan pembiayaan pendidikan pada tingkat Kabupaten Bandung; 2) Rumusan tentang komponen-komponen dan aktivitas yang seharusnya dibiayai dalam penyelenggaraan pendidikan pada masing-masing jalur, jenjang dan jenis pendidikan di Kabupaten Bandung; 3) Gambaran hitungan satuan biaya faktual dan satuan biaya yang seharusnya yang berkenaan dengan pembiayaan untuk satuan penyelenggaraan pendidikan pada masing-masing jalur, jenjang dan jenis pendidikan yang perlu dibiayai di Kabupaten Bandung.


Sumber data dalam studi ini adalah Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan yang meliputi Pendidikan Pra Sekolah Formal dan Non Formal; Pendidikan Dasar Formal dan Non Formal; Pendidikan Menengah Formal dan Non Formal; Pendidikan Jalur Khusus, yang tersebar di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Bandung.


Komponen-komponen yang perlu dibiayai dalam penyelenggaraan pendidikan secara umum mengacu kepada peraturan-peraturan pemerintah berkenaan standarisasi pengelolaan yang tertuang dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan PP No.48 tentang Pendanaan Pendidikan, dimana komponen-komponen tersebut terdiri dari: (1) Biaya Investasi (Investasi Lahan Pendidikan dan Investasi Non Lahan Pendidikan; (2) Biaya Operasional (Biaya Personalia dan Biaya Non Personal Tak Langsung); (3) Biaya Personal (Biaya Langsung PBM dan Biaya Tidak Langsung Terhadap PBM).


Kata kunci :
Download File Model-Pemetaan-Alokasi-Pembelajaran-Satuan-Pendidikan-dalam-Konteks-Desentralisasi-Pendidikan-(Studi-Kasus-di-Kabupaten-Bandung- .doc