headerphoto

Data Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia

Model Konseling Resolusi Konflik Berlatar Belakang Bimbingan Komprehensif untuk Mengembangkan Kompetensi Hidup Damai dan Harmoni Siswa Daerah Rawan Komplik

Kode : 1617/P
Jenis Penelitian : Stranas
Metode Penelitian : SURVEY
Tahun Penelitian : 2009
Sumber Dana : DIKTI
Fakultas : FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
Peneliti - Dr. ILFIANDRA M.Pd.
Abstrak

Pembelajaran akan berjalan dengan baik jika lingkungan fisik dan psikologis kondusif. Iklim sekolah tidak selamanya damai karena sering terjadi letupan konflik dalam skala kecil. Ironisnya siswa tidak mampu menyelesaikan konflik secara konstruktif. Dengan demikian, perlu pendidikan menyelesaikan konflik dan hidup damai dalam harmoni. Hal ini  sejalan dengan salah satu pilar pendidikan yaitu learning how to live together  in harmony. Oleh karena itu,  tujuan penelitian adalah mengembangkan model konseling resolusi konflik berlatar bimbingan komprehensif  untuk meningkatkan kompetensi hidup damai dan harmoni.


Pendekatan penelitian kualitatif dan pendekatan kuantitatif digunakan secara bersama-sama dengan metode penelitiannya adalah  research and development. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Ciasem Kabupaten Subang.  Sampel ditentukan melalui teknik two-stage random sampling yang berjumlah 216 siswa. Instrumen berupa angket untuk mengukur kemampuan resolusi konflik dan kompetensi hidup damai dan harmoni yang  berbentuk skala Likert dengan empat alternatif jawaban. Uji efektivitas model menggunakan one group pre-post test design dengan melibatkan 30 orang siswa yang ditentukan secara purposif. Analisis data dalam rangka pengembangan model menggunakan empat  teknik  analisis yaitu: (1) analisis domain, (2) analisis taksonomis, (3) analisis komponensial, dan (4) analisis tema. Untuk menguji efektifitas model teknik statistik yang digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata dan paired t test.  Tolerasi  untuk  pengujian hipotesis digunakan a = 0,05.  


Hasil penelitian menunjukkan: (1) pada umumnya siswa tidak memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik secara konstruktif, (2) sikap resolusi konflik merupakan kemampuan yang paling rendah dan keterampilan menjadi kemampuan yang paling tinggi yang dikuasai oleh siswa, (3) pada umumya siswa tidak memiliki kompetensi dalam hidup damai dan harmoni, (4) dimensi hak asasi manusia  merupakan kompetensi hidup damai dan harmoni yang paling rendah dikuasai siswa dibandingkan perdamaian dan demokrasi, (5) berdasarkan hasil kajian literatur tentang model pendidikan resolusi dan gambaran empirik  tentang kemampuan tentang resolusi konflik dan kompetensi hidup damai dan harmoni maka model konseling resolusi konflik berlatar bimbingan komprehensif secara hipotetik dapat meningkatkan kompetensi hidup damai dan harmoni siswa daerah rawan konflik, (6) penilaian pakar bimbingan dan konseling terhadap model hipotetik konseling resolusi  konflik  berlatar bimbingan komprehensif menunjukkan bahwa model memenuhi syarat sebagai modus intervensi untuk mengembangkan kompetensi hidup damai dan harmoni siswa, (7) model konseling resolusi konflik berlatar bimbingan komprehensif efektif untuk meningkatkan kompetensi hidup damai dan harmoni siswa, dan (8) model konseling resolusi konflik lebih efektif untuk mengembangkan dimensi perdamaian daripada dimensi hak asasi manusia dan demokrasi. Dengan demikian, disarankan agar konselor dapat mengimplementasikan model konseling resolusi konflik berlatar bimbingan komprehensif sebagai modus intervensi untuk meningkatkan kompetensi hidup damai dan harmoni siswa daerah rawan konflik.


Kata kunci :
Download File Model-Konseling-Resolusi-Konflik-Berlatar-Belakang-Bimbingan-Komprehensif-untuk-Mengembangkan-Kompetensi-Hidup-Damai-dan-Harmoni-Siswa-Daerah-Rawan-Komplik .doc